(Ngaku) Blogger tapi Nggak Ngeblog

Ini semacam pengakuan “dosa” sih.. šŸ˜€
Masa’ postingan terakhir di blog ini udah November taun lalu??
Hwaaaa.. maafkan sayaaa.. para pembaca..!! šŸ˜¦
Kayak banyak yang mantengin blog kamu aja sih, Zulfah.. šŸ˜›

Jadi ceritanyaaa.. dari kemaren-kemaren (kemaren November maksudnya..) saya emang kebanyakan alasan nggak update2 blog. Banyak kerjaan lah.. masih sibuk adaptasi pascanikah lah.. lanjut adaptasi dengan hadirnya kehidupan baruĀ di perut saya lah..Ā riweuhĀ pindahan ke kontrakan lah.. di kontrakan nggak ada wifi lah.. de es be.. de es be..
Intinya sih emang saya aja yang kebanyakan alasan.
Sibuk atau enggak kan relatif. Lagian sesibuk-sibuknya, kalau emang niat ngeblog mah bisa-bisa aja kan?

Makin malu lagi saya sejak gabung di Komunitas Blogger Ikatan Alumni Insan Cendekia (IAIC). Gimana enggak? Ngaku blogger dan gabung komunitas, tapi sejak awal gabung blognya malah dibiarkanĀ nganggur! Huks.. šŸ˜„
Aktifnya cumaĀ nyumbangĀ tulisan di buku perdana komunitas aja. Ntar saya cerita banyak tentang bukunya ya.. sekalian promosi siapa tau ada yang mau order. HihiiĀ šŸ˜‰

Jadiii sebenarnya postingan kali ini nggak penting-penting amat buat dibaca. Tapi penting banget buat saya. Setidaknya jadi lecutan semangat untuk serius kembali menulis. šŸ™‚
Suami aja udah (entah sejak kapan) nyuruh saya rajin nulis lagi. Sayanya aja yang banyakĀ excuse.

Bismillaaah.. Ide-ide tulisan di benak saya udah banyak juga nih.
Mungkin saya perluĀ challengeĀ diri sendiri lagi kayak taun lalu, biar ide-ide ituĀ segera tertuang di sini. šŸ™‚

Semangat menulis!!
Keep blogging, keep writing.. šŸ™‚

 

Pas Kena di Hati

#27DaysWritingProject (Day 24)

Baru saja membuka salah satu grupĀ WhatsappĀ dan membaca ini:

Manusia akan masuk neraka melalui tiga pintu:

  1. Pintu syubhat, yang akan melahirkan keraguan pada agama ALLAH.
  2. Pintu syahwat, yang akan melahirkan (sikap) mendahulukan hawa nafsu di atas menaati ALLAH dan ridlaNYA.
  3. Pintu kemarahan (ghadlab), yang akan melahirkan permusuhan atas manusia.

(Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam al Fawa’id halaman 80)

Entah ya.. kadang kita tanpa sengaja membaca sesuatu yang memang lagi butuh untuk kita baca.
Kadang bukan “infonya” yang kita butuhkan,Ā simplyĀ karena sedang butuh diingatkan.

Pas emosi nggak stabil dan ingin marah, lalu membacanya membuat saya perlahan menata hati agar rasa ingin marahnya memudar. Istighfar, istighfar…Ā Yang salah orang lain dan saya yang dirugikan, makin rugi kalau saya memperturutkan rasa marah dan semakin mendekatiĀ pintu ketiga menuju neraka.
Padahal pesan itu sudah terkirim sejak pagi tadi. Kebetulan saja saya baru benar-benar membacanya sekarang. ALLAH memang tahu kapan waktu yang pas bagi saya untuk “menerima” pesan itu. šŸ™‚

Sering kan ya hal-hal semacam ini terjadi?

ALLAH selalu punya cara terbaikĀ untuk mengingatkanĀ hambaNYA. Meski seringkali, saya tak menyadari teguran-teguran indah itu.

Wallaahu a’lam bishawab.

Demi Sehat, Bukan Demi Kurus!

#27DaysWritingProject (Day 14)

Lagi-lagi dalam rangka bayar utang karena kemarin absen tulisan, hehee.. šŸ˜€
Mudah-mudahan ke depannya semakin konsisten menulisĀ one day one post. Aamiin. šŸ™‚

———————————————————-

Karena diĀ postinganĀ saya tentang angkat galon kemarin ada yang komentar tentang olahraga, saya jadi kepikiran: “Kapan terakhir kali saya olahraga?”
Kapan terakhir kali saya lari pagi?
Sudah berapa lamaĀ dumbell, taliĀ skippingĀ dan sepeda statis di rumahĀ nganggur?
Sudah berapa lama aplikasiĀ daily workoutĀ di android tidak difungsikan?
Sudah berapa Rabu dan Jum’at saya lewatkan tanpa renang?

Hmm.. sepertinya sudah lamaaaaa sekali.
Sejak berat badan kembali stabil dan angka timbangan tidak membuat was-was lagi, sepertinya saya mulai berhenti rutin berolah raga. šŸ˜¦

Padahal, duluĀ saya ini sangat menyukai olahraga. Sejak kecil rutin main bulutangkis, dan sampai akhir masa SMA (MAN wooooiii, MAN..!!) saya hobi sekali main basket.
Sejak awal kuliah S1, mulai beralih ke renang. Sesekali senam, dan hampir tiap hari rutin lari atauĀ skipping. LatihanĀ dumbellĀ yang paling favorit.
Semakin banyak aktivitas di kampus membuat saya semakin jarang berolah raga. Belum ditambah alasan-alasan seperti kelelahan, kondisi kesehatan nggak oke, dan lain-lain.
Resmilah saya semakin meninggalkan kebiasaan berolah raga.

Sampai akhirnya timbangan menunjukkan angka yang cukup fantastis!Ā Well.. setidaknya untuk ukuran keluarga kami.
Keluarga kami tergolong bertubuh kecil-kecil dan susah gemuk sejak lahir. Jadi, karena dulu saya ingin sekali punya tubuh yang agak berisi, mulailah saya makan dan minum sesukanya. Banyak dan nggak kenal waktu. Semakin malam, semakin banyak cemilannya. Hehee..
Eh, ternyataĀ treatment itu kebablasan! Jadilah saya kelebihan 4 kilo dari berat badan ideal (versi saya.. šŸ™‚ )
Nah, saat itulah saya bersemangatĀ dietĀ kecil-kecilan dan kembali rajin olahraga.
Jeleknya, setelah berat badan kembali stabil, kebiasaan olahraganya kembali hilang. šŸ˜¦
Nggak lucu kan, kalau hanya mengandalkanĀ ngangkat-ngangkatĀ galon sebagai olahraga harian?

Hmm.. mudah-mudahanĀ postinganĀ ini bisa jadiĀ self reminderĀ untuk kembali rutin olahraga.
Demi sehat, bukan demi kurus!! šŸ™‚
Berasa juga sih.. sejak jarang olahraga, tubuh lebih sering nggak fit, perut lebih sering buncit, dan lebih sering kelelahan meskipun aktivitas sedikit.

Bismillaaah.. mari kembali rutin berolah raga!
Semangaaatt..!! šŸ™‚

Sejenak Menikmati Kesedihan

#27DaysWritingProject (Day 12)

Postingan kali ini saya ambil dari salah satu materi kajian yang saya peroleh melalui grupĀ Whatsapp. Sayangnya, saya lupa dari grup apa catatan kajian ini. Judul aslinya “Sepuluh Manfaat Kesedihan”, disampaikan oleh Ustadz Cahyadi Takariawan. Seperti biasa, saya tuliskan di sini dengan beberapa perubahan redaksi kalimat yaa.. šŸ™‚

——————————————————–

Setiap manusia selalu berupaya meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, tidak jarang obsesi mencapai derajat bahagia itu justru membuat kita menjadi bersedih.
Saat kesedihan hadir, cobalah untuk mengizinkan diri sejenak menikmatinya. “Jangan bersedih karena kita bersedih”, tapi cobalah untuk mencerna hikmahnya. šŸ™‚

Beberapa alasan mengapa sesekali kita perlu menikmati kesedihan, antara lain:

  1. Orang yang tengah merasakan kesedihan cenderung lebih bisa bersikap empati, tidak egois, dan mampu menjadi pendengar yang baik.
  2. Orang yang tengah sedih cenderung lebih bisa memahami kelemahan dan kekurangan dirinya. Ini penting untuk pintu introspeksi bagi upaya perbaikan diri.
  3. Kesedihan membuat seseorang berpikir lebih mendalam, merasa memerlukan nasehat dan bimbingan orang lain, dan lebih bisa menerima banyak saran/masukan.
  4. Kesedihan membantu seseorang untuk mengenali apa yang penting dan apa yang tidak penting dalam kehidupan, sehingga mampu membuat prioritas dengan lebih baik.
  5. Kesedihan adalah penyeimbang dalam kehidupan seseorang. Kebahagiaan hakiki akan dirasakan oleh orang yang pernah merasakan kesedihan.
  6. Kesedihan memberi kesempatan bagi seseorang untuk bersikap lebih dewasa dan matang dalam kejiwaan. Ia akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi benturan dalam kehidupan.
  7. Rasa sedih memberikan ruang bagi kepribadian untuk berkembang. Kepribadian yang terus-menerus berkembang dalam kebaikan menjadi salah satu kunci sukses dalam kehidupan.
  8. Kesedihan adalah sarana untuk lebih mendekat kepada ALLAH, memperbanyak amal ibadah, taubat, dzikir, dan berupaya meningkatkan ketaatan padaNYA.
  9. Kesedihan dapat menghilangkan sifat angkuh dan sombong. Banyak orang berupaya melawan kesedihan, tetapi membuatnya justru tidak rendah hati (tawadhu’).
  10. Kesedihan membantu seseorang untuk lebih mengenal dirinya sendiri, mengenali sisi-sisi emosinya, dan berupaya untuk mengendalikannya secara positif.

Nah.. ternyata kesedihan pun ada positifnya, kan? šŸ™‚
Mari sejenak berikan ruang dalam diri untuk merasakannya.

Wallaahu a’lam bishawab.

Happy People Do Not Have Dead Grass

#27DaysWritingProject (Day 8)

Ada yang udah nonton film Jenny’s Wedding?
Film yang rilis di Amerika Serikat pada 31 Juli lalu ini mengangkat tema pernikahan sejenis. Saya sendiri tertarik menonton filmnya bukan karena itu sih.. tapi karena pemainnya cukup menarik minat saya. Ada Katherine Heigl (27 Dresses) dan Alexis Bledel (Gilmore Girls). Hehee.. šŸ˜€

Jenny's Wedding

Tapi, lagi-lagi dalam postingan kali ini saya tidak bermaksud mereview filmnya seperti para reviewerĀ film pada umumnya.
Nggak akan ditemukan sinopsis atau kritik film dalam postingan saya. Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang apa yang sayaĀ tangkapĀ dari film ini, apa yang terus terngiang danĀ nempelĀ di ingatan saya setelah saya nonton film ini.

Happy people do not have dead grass

Ya. Kata-kata ini yang terus terngiang di kepala saya. Kata-kata ini diucapkan oleh Anne (diperankan oleh Grace Gummer), adik Jenny berulang kali dalam film ini. Mungkin karena itulah kata-kata ini pun terus terepetisi di benak saya.

TapiĀ the truth is.. saya cukup “tertampar” dengan kata-kata itu.

Di Jogja, saat ini saya tinggal di rumah orang tua bersama kakak dan adik saya. Kedua orang tua saya masih di Cirebon sampai Bapak pensiun nanti. Otomatis kami lah yang bertanggung jawab mengelola dan merawat rumah sehari-hari.
Taman depan rumah kami cukup luas.Ā Sadly, ternyata kurang terawat.

Kalau diingat-ingat lagi, saya lah yang dulu menyanggupi merawat taman-taman di rumah. “Taman mungil”Ā di balkon atas, sepetak kecil di belakang rumah, dan paling luas adalah taman depan rumah.
Setelah nonton film tersebut, saya seolah disadarkan betapa saya sangat tidak amanah menjaga taman-taman kecil mamah di rumah. Jangankan untuk rajin menyapu dedaunan kering yang jatuh atau rutin memupuk dan menyemprot insektisida. Sekedar memastikan semua tanaman terairi dengan baik setiap harinya saja sering terhambat rasa malas luar biasa.

Sekali lagi:Ā Happy people do not have dead grass

TidakĀ bahagiakah saya?
Apakah keberadaan rerumputan yang mati di taman-taman saya adalah salah satu pertanda bahwa saya tidak bahagia?

Hmm.. Mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi salah satu pengingat agar saya lebih rajin dan bersemangat memelihara taman-taman kecil amanah mamah.

Doakan saya yaa..!! šŸ™‚