Gigi Pertama Alula

Pada umumnya, gigi pertama bayi tumbuh di usia 6-8 bulan. Sebagian malah sudah tumbuh sejak usia 3 bulan, bahkan yang sejak lahir sudah ada giginya juga ada!
Katanya sih begitu.

Tidak pada Alula.

Seperti orang tua lainnya, apalagi untuk anak pertama, saya juga excited sekali menunggu gigi Alula tumbuh.
Sejak memasuki usia 6 bulan dan beberapa kali menunjukkan gejala gusi gatal, atau rewel-rewel tanpa sebab, beberapa kali pula saya berhusnuzhan, “Ooooh.. Alula mau tumbuh gigi yaa”..

Begitu terus, hingga usianya 17 bulan.

Hingga akhirnya..
Alhamdulillaah beberapa waktu lalu, gigi pertama Alula benar-benar tumbuh!
Rasanya lega dan penuh syukur.
Setelah penantian panjaaaaaang. Hehee 😀

Sejak giginya belum juga tumbuh di usia 8 bulan, saya sempat bertanya kepada beberapa teman dokter gigi, dan mereka bilang “Belum tumbuh sampai 18 bulan itu masih normal kok. Kalau sampai 18 bulan belum tumbuh juga, baru coba ke dokter gigi”.
Makanya, secara pribadi saya cukup tenang. Apalagi, di luar pertumbuhan giginya, perkembangan Alula yang lain tergolong baik. Ia cepat belajar merangkak, merambat, dan berjalan. Kemampuan bicaranya berkembang sangat baik.
In syaa ALLAH tidak ada masalah di tumbuh kembangnya. Hanya perlu lebih sabar menunggu hingga giginya tumbuh.

Nah, yang membuat jadi kepikiran terus justru omongan-omongan orang.
“Giginya mana kok belum tumbuh?”
“Nggak diperiksain ke dokter mbak?”
“Anakku dulu belum 6 bulan udah 2 giginya loh mbak..”
“Itu anaknya mbak **** lebih kecil dari Alula aja giginya udah 4.. Alula mana ini?”
“Kurang kalsium kali anaknya. Ya ibunya nambah suplemen gitu biar tumbuh giginya cepet.”

Errrr..

Saya bukannya nggak aware, ibu-ibu..
Selain berulang kali konsultasi ke teman-teman dokter gigi, saya juga rajin baca-baca tentang ini.
Bahkan, saya sudah mempersiapkan mental jika ternyata gigi Alula memang “berbeda”. Katanya, ada kasus 1 dibanding sekian (jarang banget terjadi) di mana gigi anak benar-benar tidak tumbuh.

Alhamdulillaah sebelum usianya genap 18 bulan, gigi pertamanya benar-benar muncul.. 🙂
Semoga semakin memudahkanmu makan ya Nak.. :-*

Advertisements

#21DaysBabysittingChallenge

Mulai sore nanti, kakak saya akan mengikuti program prajab CPNS selama tiga pekan ke depan. So, karena di rumah nggak ada ART, babysitter dan semacamnya, saya (dan adik saya) yang kebagian tugas menjaga dan mengurus Aruna, keponakan satu-satunya yang berusia 10 bulan.

Ponakan kesayangan bersama bundanya :-)
Ponakan kesayangan bersama bundanya 🙂

Wacana tentang ini sudah dari sekian bulan lalu muncul sih. Meskipun kepastian waktu prajab baru diperoleh sekitar sepekan lalu, tapi sudah sejak lama kemungkinan ini dibahas. Adanya Aruna tanpa ART atau babysitter di rumah selama ini juga jadi tantangan tersendiri bagi kakak yang full kerja pagi sampai sore, dan libur hanya Ahad saja.
Biasanya, Aruna dititipkan di daycare tiap pagi, dan dijemput lagi sorenya.

Awalnya mamah yang mau standby jaga Aruna di rumah. Tapi kalau harus tiga pekan meninggalkan bapak sendirian di Cirebon selama itu, kok rasanya nggak tega juga. Hehee.. 😀

Jadilah kami (saya dan adik saya) menyanggupi babysit Aruna selama bundanya prajab, meskipun sepekan ke depan masih dibantu mamah yang menemani di rumah. Biar adaptasinya lebih mudah. 🙂

Babysit Aruna tiga pekan tanpa bundanya di rumah jelas jadi challenge tersendiri buat kami. Selama ini kan kami hanya bantu-bantu jaga Aruna sewaktu-waktu saja. Sesekali ngajakin main, atau bantu babysit saat bundanya kecapekan. Itu pun kalau pas kami luang saja. Selebihnya, kakak saya yang handle semua. 🙂

Semalam sempat dibriefing singkat sama kakak saya, apa-apa saja yang perlu jadi perhatian. Mulai dari makanan-makanan apa saja yang perlu disiapkan setiap harinya (Aruna sudah mulai MPASI, jadi harus kreatif nyiapin makanan juga.. 🙂 ), isi tas yang harus selalu dibawa tiap dia sekolah (daycare), rutinitas mencuci baju dan perlengkapan makan dkk., dan sebagainya.
Agak deg-degan juga nih saya. Buanyaaaaaak banget ya ternyata kerjaannya. Hehee..
Saya kan juga nggak bisa standby di rumah tiap hari. Masih ada aktivitas kejar tayang tesis, tahsin, dan beberapa agenda rutin lain. Belum lagi masih cukup riweuh persiapan acara bulan depan (Yang ini saya belum cerita ya? Ntar ya ceritanya, belum launching soalnya.. 😛 )
Tapi somehow saya semangat banget mau menghadapi tiga pekan ke depan.
Itung-itung latihan kalau nanti harus disibukkan dengan mengurus anak sendiri sementara aktivitas masih seabreg. Hehee.. 😀

Sebagian
Sebagian “petuah” kakak hasil briefing semalam. Hehee

Bismillaaah..
Semoga saya bisa sukses membagi waktu dengan baik tiga pekan ke depan.
Mampu amanah babysit ponakan tersayang, tanpa harus mengesampingkan kejar tayang tesis dan agenda-agenda lain.
Doakan saya yaa..!! 🙂
Semoga semua urusan teman-teman juga dimudahkan dan dilancarkan.
Aamiin. 🙂