Ramadhan-Syawal Teristimewa

Ada yang berbeda di Ramadhan dan Syawal tahun ini.
ALLAH Yang MahaLuarBiasa membuat saya mendapatkan makna berbeda yang tak pernah saya alami dan rasakan sebelumnya. 🙂

Tahun ini ALLAH “memaksa” saya untuk memaksimalkan peran saya sebagai adik bagi kakak saya, sebagai kakak bagi adik saya, dan sebagai anak Mamah dan Bapak.

Saya nggak bisa uraikan secara rinci momen-momen berharga saya bersama mereka Ramadhan-Syawal ini..
Karena momen yang saya rasa luar biasa, bagi kebanyakan orang mungkin terasa tak ada artinya.
Sebaliknya, momen yang bagi saya biasa saja, mungkin justru dianggap istimewa bagi kebanyakan orang.

Saya cuma mau bilang:
Ibu, ayah, kakak, dan adik yang ALLAH titipkan buat kita di dunia ini adalah yang terbaik bagi kita. Seburuk apapun ia atau mereka di mata kita.
Mencintai dan menyayangi mereka adalah kewajiban kita dan hak mereka, dan kita harus memaksimalkan upaya itu.
Sampaikan dengan ucapan jika mampu.
Jika tidak, tunjukkan dengan perbuatan. Atau setidaknya dengan kiriman doa kebaikan yang selalu kita panjatkan untuk mereka.

Saya pun masih berupaya keras melakukannya. 🙂

 

ALLAH, bimbing aku untuk terus menunjukkan cinta itu kepada mereka dengan lebih nyata..–

 

our scene(s)

Untuk kesekian kalinya dalam beberapa waktu belakangan ini, air mata saya tertumpah karena teringat orang tua.

Tentang Mamah

Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci slalu dikumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra-putrinya..
(Sakha – Ibu)

Mengingatmu selalu mengingatkanku pada berjuta salahku padamu, Mah. Terutama tentang satu hal: harapku atas ibu yang lain selain Mamah, karena merasa terlalu terkekang dengan banyaknya “aturan”mu atasku.

Nggak boleh nginep di rumah teman saat SD-SMP dulu.. Harus pulang cepat dari sekolah.. Nggak boleh jalan-jalan selepas jadwal ekskul.. Harus ini, harus itu.. Nggak boleh ini, nggak boleh itu.. Banyak sekali aturan Mamah di mataku saat itu.

Baru belakangan ini aku sadar makna aturan-aturanmu atasku, Mah. Kau hanya ingin yang terbaik untukku. Kau hanya ingin mendidikku menjadi muslimah yang baik, menyiapkanku menjadi calon istri dan ibu yang baik suatu saat nanti.. Menjadi..sepertimu..

Maafkan aku karena terlambat menyadari niat baikmu, Mah.
Maafkan karena sering membuatmu menangis karena sikapku.
Terima kasih karena kau tak henti bersabar atas sikapku.
Maafkan, maafkan, maafkan..

 

Tentang Bapak

Aku hanya memanggilmu, Ayah..
di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu, Ayah..
jika aku tlah jauh darimu
(Seventeen – Ayah)

Mengingatmu selalu mengingatkanku pada suatu malam di rumah kita di Bandung, Pak. Entah Bapak masih mengingatnya atau tidak. Tapi, entah kenapa momen itu selalu terputar kembali di benakku pada detik pertama aku teringat Bapak.

Aku juga tidak ingat sepenuhnya apa yang terjadi malam itu. Yang aku ingat, malam itu kau marah padaku karena suatu hal yang kulakukan, yang hanya mampu “kujawab” dengan diam dan menangis. Berulang kali kau minta penjelasan atas sikapku, tapi aku tak kunjung bicara. Lalu kau pergi, dan aku meneruskan tangis panjangku di kursi bambu panjang di ruang tamu.

Lama di sana sendiri, dan tiba-tiba kau datang dan langsung memelukku, Pak. Lama. Tanpa sepatah kata pun terucap, membuat tangisku makin deras. Lalu kau akhirnya bicara: “Apa kamu sebegitu takutnya sama Bapak sampai kamu nggak bisa bilang apa-apa, Nak? Maafkan Bapak, yaa..”

Malam itu kita menangis bersama, Pak. Kau tak pernah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanmu padaku malam itu. Tanyamu saat kau marah, pun saat kau menangis. Karena hingga tangis kita berakhir malam itu, aku tak mengatakan apapun selain anggukan keras menahan tangis saat kau ucapkan kata maaf.

Aku yang seharusnya minta maaf karena membuatmu merasa seperti itu..
Maafkan aku, Pak..

Untuk Mamah-Bapak

Always love you all coz ALLAH..:*

Terima kasih untuk cinta dan sayang yang tak pernah habis untukku
Tak peduli betapapun buruk sikapku padamu, kau selalu berusaha ada.
Terima kasih untuk tiap bait doa yang kaupanjatkan untuk kebaikanku,
meskipun aku kerap lupa menyebut namamu usai sholatku.

Maafkan karena terlalu lambat ku hadirkan hati ini untukmu..
Tapi aku janji,
mulai sekarang hati kita tak akan pernah terpisah lagi. InsyaaALLAH.

 

Bait Kata untuk Bapak

Image

Aku mencintaimu, Pak..
meski tak pernah kuucap saat kita saling tatap
meski peluk erat yang kerap kautawarkan selalu kutolak
meski kecupmu di kepalaku seringkali kuhindari
Percayalah, bukan karena aku enggan..
tapi karena ada rindu terselip di sana,
yang membuat mata ini berkaca-kaca,
sedang aku tak ingin menangis di depanmu.

Aku mencintaimu, Pak..
meski berjuta kecewa kaurasakan atas tingkahku
meski belum sepenuhnya kau tersenyum karena lakuku
meski masih banyak sekali harapmu yang belum mampu kupenuhi
Percayalah,
aku terus mencoba menjadi yang terbaik untukmu.

Aku mencintaimu, Pak..
terima kasih untuk figur pemimpin terbaik di keluarga kecil kita
Jangan berhenti berdoa untukku ya..
agar kelak jika saatnya tiba untuk melepasku,
kau titipkan aku pada sosok terbaik yang akan menggantikan posisimu sebagai pemimpinku.

Aku mencintaimu, Pak..
Sejauh apapun kita terpisah oleh jarak,
kita akan selalu bertemu dalam doa.

Image

I will always love you cz ALLAH..:)