Keluarga A


Adi. Annisa. Aruna. Anezka.
Empat kesayangan dalam satu keluarga, yang huruf depan namanya A semua.
Keluarga kecil yang membuat saya memahami, bahwa kadang kedekatan hati justru semakin terasa dengan adanya jarak.

Dulu kami satu rumah.
Sebelum Anezka lahir.
Sebelum saya pun pergi membentuk keluarga sendiri.

Bukan tak ada cinta di sana.
Tapi kedekatan fisik, seringkali membuat kita lupa esensi saling memiliki.
Ada emosi yang kerap meninggi,
salah paham yang memicu ragam persepsi,
atau caci maki yang berakhir dengan hati-hati tersakiti.

Berpisah jarak dengan mereka membuat saya berulang merindu.
Meramu waktu, demi dua-tiga jam temu yang tak tentu.

Saya rindu..
pada obrolan mamak-mamak yang selalu singkat karena diselingi keriuhan empat balita,
pada kopi racikan abang yang hampir tak pernah alpa saya minta,
pada celoteh Aruna, gadis cerdas yang pintar bercerita,
pada tingkah Anezka, putri kecil yang tak henti membuat saya gemas luar biasa.

Semoga ALLAH selalu menjaga mereka.
Menyatukan mereka dalam cintaNYA, utuh.
Tak hanya di sini, tapi juga di surgaNYA kelak. 🙂

 

*ditulis sebelumnya di instagram dalam event #MutterMenulis #MMApril1801 #hurufA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s