Surat untuk Anak-anakku

[Untuk Alula]

Dear, anak perempuanku..

Akan ada masanya, seorang lelaki shalih mendatangi papamu, memintamu menjadi wanitanya.

Jika saat itu tiba, kamu akan mendapat satu tempat terbaik bersuara.

Wanita senang bicara.

Wanita butuh bicara.

Kamu akan senang bercerita dengan lelakimu.

Menumpah kesah, membagi mimpi.

Memaksa telinganya mendengar segala kisah yang butuh kaubuncah.

Yang perlu kauingat, anak perempuanku..

Laki-laki tak seperti kita.

Ada kalanya ia tak mampu membagi perhatiannya pada dua-tiga laku.

Mendengarkan ceritamu, harus ia lakukan utuh.

Maka kamu harus lebih bersabar, jika ia sedang fokus pada gadgetnya, pada bukunya, pada aktivitasnya..

Jika kamu benar-benar butuh bicara, katakan saja. Lelakimu kelak lelaki yang baik, yang siap memasang telinganya penuh saat wanitanya butuh.

Satu lagi, anak perempuanku..

Lisanmu nanti tak hanya bertanggung jawab untuk dirimu, tapi juga untuk lelakimu.

Ada mesra yang harus dijaga,

ada cela yang harus ditutup sempurna.

Berinteraksi dengan tetangga perlu,

aktif berselancar di dunia maya tak apa,

tapi simpan rapi urusan rumah tangga.

Itu rahasiamu dengan lelakimu. Tak perlu semua orang tahu.

Berbagi boleh, jika ada manfaatnya. Selebihnya, biarlah menjadi ceritamu dengan lelakimu saja.

Semoga kelak kamu akan jadi wanita terbaik untuk lelakimu.

Penjaga terbaik hartanya di dunia,

dan teman terbaik hingga surgaNYA.
-*-*-*-*-


[Untuk Biru]
Dear, anak lelakiku..

Akan ada masanya, kamu meminta seseorang menjadi wanitamu.

Mendatangi papanya, hingga ijab qabul terselenggara.

Jika saat itu tiba, kamu akan menjadi tempat pertamanya berbagi cerita.

Wanita butuh menyuarakan banyak kata.

Tidak sepertimu, atau papamu, yang kadang diam cukup meredam beban yang kamu rasa.

Wanita butuh pendengar, maka jadilah telinga terbaik untuknya.

Simpan sejenak gadgetmu,

letakkan sejenak bukumu,

hentikan sejenak aktivitasmu.

Sempatkan telingamu mendengar utuh satu per satu ujarnya.

Tak perlu melulu kautanggapi,

tak perlu selalu kau beri solusi.

Terkadang wanita hanya butuh untuk tahu bahwa lelakinya peduli,

pada lelahnya memasak dan mencuci,

atau sulitnya menghadapi anak-anak yang sesekali menyulut emosi.

Terkadang wanita hanya butuh untuk tahu,

bahwa lelakinya pun rindu mendengar cerita-cerita sepelenya setiap hari.

Jadilah telinga terbaik untuknya, anakku..

agar kelak wanitamu tak butuh mencari telinga lain di luar sana,

karena keberadaanmu sudah cukup untuknya.

Semoga nanti kamu menjadi lelaki terbaik untuk wanitamu.

Imam terbaik di dunia,

pembimbingnya menuju surga bersama.

Advertisements

7 thoughts on “Surat untuk Anak-anakku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s