Dua puluh delapan

Tolong
Jangan dulu kaubagi binar itu
Bukan ku tak mau
Tapi
Ada degup tak menentu saat tatap beradu
Melupa malu, yang perlahan tersingkap satu-satu

Bantu aku bersabar
Masih dua puluh delapan yang harus kita jelang
dengan saling menutup pintu
menghijab rindu lewat doa setiap waktu
menitip pasrah pada Sang Pemilik Segala
agar hati tetap terjaga dari rasa yang belum saatnya

Sampai masanya nanti,
usai dua puluh delapan
Usai ikrar kausebut penuh.

7 thoughts on “Dua puluh delapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s