Dua puluh delapan

Tolong
Jangan dulu kaubagi binar itu
Bukan ku tak mau
Tapi
Ada degup tak menentu saat tatap beradu
Melupa malu, yang perlahan tersingkap satu-satu

Bantu aku bersabar
Masih dua puluh delapan yang harus kita jelang
dengan saling menutup pintu
menghijab rindu lewat doa setiap waktu
menitip pasrah pada Sang Pemilik Segala
agar hati tetap terjaga dari rasa yang belum saatnya

Sampai masanya nanti,
usai dua puluh delapan
Usai ikrar kausebut penuh.

Advertisements

7 thoughts on “Dua puluh delapan

  1. Siti Lutfiyah Azizah September 19, 2015 / 5:59 am

    28 😱. Lama sekali menunggunya. Hihi

    • nzulfah September 19, 2015 / 6:29 am

      Tinggal 28 kok mbak.. sebentar. Hihii 😉

  2. Siti Lutfiyah Azizah September 19, 2015 / 6:33 am

    Oiya. Maknanya belum tentu usia 28 deng ya. Ahaha

  3. Alris September 19, 2015 / 8:18 am

    Usia yang cukup matang untuk mengharungi berumah tangga.

    • nzulfah September 29, 2015 / 1:38 pm

      Hihii.. bukan mbak.. pas kemaren bikin post ini tu, H-28 nikah in syaa ALLAH. 🙂

      Doakan yaa.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s