Kangen “Dipalak”!

#27DaysWritingProject (Day 14)

Entah siapa yang memulai dan bagaimana awalnya, keluarga kami seringkali melakukan “kriminalisasi” kata.
What?? Maksudnya apa?
Contohnya nih.. bilang “Runa (ponakan saya) aku culik ke atas yaa..” instead of saying: “Runa aku bawa ke atas yaa..”
Atau.. “Ada yang mau malak kopi yang saya bikin?” maksudnya “Ada yang mau minta kopi?”
Atau.. “TVnya aku bunuh nih?” berarti “TVnya aku matiin nih?”

Oke.. kayaknya sih saya yang paling sering.. 😛
Maafkan saya telah merusak kosakata sesuka hati..

Tapi ya gitu. Akhirnya kami lebih sering menggunakan kata-kata “kriminal” tersebut dalam percakapan sehari-hari. Lebih akrab di telinga. Hehee..

Bicara soal palak-memalak, udah jadi kebiasaan adik saya meminta minuman yang saya buat.
Karena saya adalah orang yang paling nggak doyan air putih di antara seantero penghuni rumah, jadilah saya yang paling sering membuat atau membeli minuman berwarna. Misalnya kopi, coklat, es jeruk, es jeruk nipis, dsb. Yang paling wajib sih jelas kopi, yaa..🙂

Nah, adik saya ini tergolong yang jarang banget minum. Kalau orang-orang umumnya sering seret kalau belum minum setelah makan, dia jarang sekali merasa begitu. Bahkan, seringkali dia lupa apakah sudah minum atau belum.
Makanya, kalau pas kami makan bareng, saya suka ngajakin dia minum juga setelah makanan kami habis. Yang paling sering terjadi adalah dia malak minuman saya yang biasanya berwarna itu.🙂

Saking terbiasanya dipalak, kadang saya justru merasa aneh kalau dalam sehari dia nggak minta minuman saya.
Ada yang kurang gitu rasanya.
Secangkir kopi kadang terasa terlalu banyak, karena biasanya sepertiganya jadi jatah dia.😀

Seperti satu hari ini.
Sejak pagi tidak makan di rumah, jadi tidak ada kesempatan saya membuat minuman yang menggoda selera adik saya.
Kami sama-sama baru pulang selepas jam sembilan tadi, dan dia sudah mengantuk. Akhirnya kopi yang saya buat nggak laku dipalak olehnya.

Hmm.. Entah ya..
Kalau suatu saat nanti kami jarang bertemu dan tidak tinggal satu rumah, mungkin kebiasaan dipalak ini akan jadi satu momen yang paling saya rindukan.🙂

3 thoughts on “Kangen “Dipalak”!

    • Nah.. itu juga yg selalu dibilang adik saya, Mas.
      Minuman hasil malak rasanya beda, pasti lebih enak.🙂

      Ternyata meskipun kita yg dimintai, kalau udah jadi kebiasaan bikin kangen juga yaa.. hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s