Etika Mengunggah Foto

Postingan keren Mbak Tjetje yang perlu dibaca nih..🙂
Mari biasakan “saring sebelum sharing”..

Ailtje Ni Diomasaigh

Semenjak kehadiran media sosial dan telephone genggam pintar, fotografi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita (dan seringkali diasosiasikan dengan hobi mahal), berubah menjadi hobi yang bisa diakses semua orang. Fotografi menjadi media untuk berbagi, tak hanya momen baik dalam hidup, tetapi juga momen yang penuh kesedihan, dari kelahiran, kesakitan, hingga kematian. Sayangnya kemudahan mengambil foto tidak dibarengi dengan etika untuk menghormati orang lain.

Kelahiran di banyak negara, atau bahkan semua negara, dirayakan sebagai momen yang membahagiakan. Bagi orang tua baru (maupun tante baru seperti saya), mengabadikan setiap momen dan membaginya di sosial media kemudian menjadi hobi baru. Tak ada yang salah dengan berbagi foto bayi-bayi paling lucu sedunia tersebut, asal gak terlalu sering dan gak bikin orang muak, tetapi seperti pernah dibahas Mbak Yoyen disini, hobi baru ini membuat lahirnya sharent, sharing parent. Menurut pendapat saya, ada kecenderungan orang tua jaman sekarang kebablasan dalam mengunggah foto anaknya…

View original post 705 more words

2 thoughts on “Etika Mengunggah Foto

  1. “Menurut pendapat saya, ada kecenderungan orang tua jaman sekarang kebablasan dalam mengunggah foto anaknya”

    yup, benar sekali,
    ya, pada awalnya, dulu aku sebagai “papa baru” seneng banget punya bayi, terus pingin banget ngeshare, apalagi putriku tumbuh menjadi anak perempuan cantik dan imut, tambah pingin banget untuk dishare, “this is my wonderful daughter” itulah kata-kata dalam hati.

    tapi aku sadar, keburukannya jauh lebih banyak dari pada baiknya,
    yang paling parah, bisa aja fotonya di donlot sama orang lain untuk dijadikan objek bla bla bla
    (you know) jangan sampai ya Allah

    mulai saat itu, kecantikannya harus dilindungi, bukan untuk “diobral”
    aku wajibkan dia pake hijab syari, cause my daughter is not for public, she’s mine

    mungkin Ayahnya Zulfah jauh lebih pro
    karena beliau telah membesarkan tiga anak perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s