Turbulensi

Pernah nggak berada pada kondisi emosi yang luar biasa jungkir balik? Tiba-tiba jadi gampang tersinggung, atau pengen marah-marah tanpa alasan, atau malah nangis berkepanjangan tanpa tahu sebab pastinya?
Mungkin sebagian (besar) wanita akan menjawab pernah, pas PMS. Hehee..

Saya pun begitu. Setidaknya satu kali dalam sebulan, saya merasakannya.
Terutama yang terakhir: Nangis berkepanjangan tanpa tahu sebab pastinya. Dan itu selalu kejadian satu hari menjelang masa-masa peluruhan dinding rahim itu. Mungkin tipe PMS tiap orang emang otentik kali ya?😀

Gambar diambil dari sini

Gambar diambil dari sini

Dulu-dulu sih saya merasa terganggu dengan kondisi ini. Tiba-tiba nangis lama tanpa sebab kan capek. Bahkan biasanya berhenti nangisnya pun karena kecapekan, lalu ketiduran. Duh, nggak oke banget kan ya?
Tapi belakangan ini, saya jadi menikmatinya. Bahkan kadang saya merindukannya.
Kok bisa??

Iya, karena tangisan (yang awalnya) tanpa sebab ini akan mengantar saya untuk mengingat dosa,
mengingat kesedihan karena mimpi-mimpi yang belum terwujud,
mengingat hal-hal yang sering lupa saya lakukan untuk orang tua,
mengingat banyaknya khilaf pada orang-orang yang menyayangi saya,
mengingat rakaat demi rakaat shalat yang hampa tanpa nyawa,
mengingat sujud-sujud singkat yang tak lagi punya makna,
mengingat zikir dan doa yang tak pasti dipanjatkan pada SIAPA,

mengingat betapa jauh jiwa ini meninggalkanNYA.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s