Apa yang Saya Lakukan Saat Izrail Datang?

Malam ini, after two hours-discussion ngalor ngidul (tapi bermanfaat) bareng seorang sahabat saya, tiba-tiba aja kepikiran satu hal: “Saya lagi ngapain ya pas nyawa saya dicabut nanti?”

Duh, ngebayanginnya aja bikin merinding. –___– Sahabat saya tadi cerita, katanya sempet denger hadits yang bilang kalau kita akan meninggal dalam keadaan (melakukan) sesuatu yang kita senangi. Then I ask myself: Apa sih hal yang paling sering dan suka saya lakukan? Lalu saya makin merinding waktu terlintas jawabannya: Nonton. Yep, saya hobi banget nonton film.

So.. saya bakal mati pas lagi nonton film, gitu? Glek! Ngeri amat ya?? Bakal sempet baca tahlil gak tu? Bakal jadi husnul khotimah gak tu? Duh, jangan sampe’ deh saya mati dalam kondisi nggak oke macem gitu. Na’udzubillaahi min dzaalik.😦

Jadi beneran mikir, deh. Dari dulu saya sih selalu mupeng kalau liat orang meninggal pas lagi sujud menghadap ALLAH. Kayaknya keren aja. Siapa sih yang nggak pengen meninggal dalam keadaan terbaik kayak gitu? Pas lagi sujud, moment di mana seorang hamba paling deket sama ALLAH. Entah pas lagi shalat atau sekedar sujud syukur terhadapNYA. Indah banget kan? In syaa ALLAH orang tsb. mati dalam keadaan husnul khotimah deh.. Siapa coba yang nggak mau?

Atau orang yang matinya syahid saat berperang di jalan ALLAH. Atau orang yang mati ketika lisannya sedang disibukkan dengan menyebut asma ALLAH. Betapa indah ketika Izrail datang sesaat setelah dzikrullah terucap. Subhaanallaaah, saya pengen!! >,<

Lalu malam ini rasanya saya benar2 berkaca. Kalau seseorang akan mati dalam keadaan (mengerjakan) sesuatu yang (paling) disenanginya, berarti saya bakal mati pas saya lagi nonton film? Tanpa sempat mengucap tahlil? Hiiiy.. na’udzubillaahi min dzaalik.

Sepertinya saya harus mengubah hobi saya dari sekarang nih. Mengurangi hobi2 nggak penting macem nonton film, twitteran/fesbuk-an yang nggak manfaat, dengerin musik2 yang bikin lupa.. etc. Mulai perbanyak hal-hal yang disukaiNYA. Saya pasti bisa!!

Tulisan ini sekedar renungan sih..
Coba tanya sama diri sendiri: Mau meninggal dalam kondisi macam apa sih kita?

Saat lagi asyik nonton film kah? Lalu saat ruh kita dicabut, lisan ini justru tengah tertawa menikmati adegan film yang lucu? Atau mata kita sibuk terpaku pada ketegangan dalam film thriller/action yang kita nikmati?

Saat lagi mantengin dua kesebelasan dulu-duluan mencetak gol kah? Lalu lisan kita lebih refleks berucap “GooooLLL!!” daripada tahlil saat Izrail hadir?

Saat khusyu’ mendengarkan musik kah? Saat karaoke-an kah?? Saat asyik nge-band kah?? Lalu saat nyawa kita melayang, bibir kita tak sempat mengucap namaNYA karena masih asyik melantunkan lirik2 lagu artis favorit kita?

Saat asyik kebut-kebutan di jalan kah? Lalu bukannya mati dalam keadaan tenang, jasad kita justru nggak utuh saat dikuburkan. Hiiiiyyy..!!–____–

Saat ini kita masih diberi kesempatan hidup. Bersyukurlah, karena kita masih diberi kesempatan mengubah hobi-hobi kita menjadi yang lebih dicintaiNYA. Agar kelak ketika Izrail datang menghampiri, kita telah terbiasa dalam berdzikir mengingatNYA, mengkaji ayat-ayatNYA, berlama-lama dalam sujud menghadapNYA…

Agar kelak kita mati dalam kondisi terbaik yang dicintaiNYA.🙂

*renungan malam. semoga tak berakhir sebatas renungan tanpa perubahan nyata*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s