tentang hijab

Menatap diri di cermin: “Masih sangat jauh dari sempurna.”

Melihat akhwat jilbaber lebar: “Ingin seperti mereka… tapi…”

Bapak: “Menurut Bapak kalian belum benar. Tapi Bapak kan bukan perempuan, hanya bisa menyampaikan.. Tidak bisa mencontohkan.. Bapak gak mau memaksa. Hanya bisa mengingatkan dan berharap kalian memperbaiki dengan kesadaran sendiri.”

“Ingin membahagiakan orang tua. Bukankah ridha dan bahagia mereka yang terpenting? Bukankah kecewa mereka sangat menyakitkan?”

“Tabarruj itu dilarang yaa? Berarti ber-make up itu salah? Eyeliner..maskara..blush on..eyeshadow..lipstik? Kalau cuma momen2 tertentu?? Eh, tetep haram yaa?”

“Jilbab kreasi? Sekedar dililit-lilit? Kalau tetap menutup dada gak pa-pa kan?”

“Masa’ kalau kondangan gak dandan, sih? Kalau wisuda? Kalau acara keluarga? Kalau reunian?”

“Emang buat apa? Ingin terlihat cantik? Untuk siapa? Untuk ALLAH atau untuk makhluk?”

“Kalau udah tau salah, kenapa harus dipertahankan?”

Dibilang cantik sama makhluk. “Jujur, deh. Senang atau tersiksa? Lagian cantik kalau parameternya badan terlihat bagus, wajah terlihat lebih cerah.. Berdasarkan penilaian makhluk dan ALLAH gak suka? Bangga atau merasa berdosa?”

“Berubah nunggu apa sih? Nunggu ajal yang dateng duluan?”

“Kalau pake celana tapi bajunya panjang gak pa-pa kan? Eh, tapi kalau legging kan ngebentuk juga yaa?”

“Bukankah lebih nyaman pake rok? Nggak menyerupai laki-laki, dan lebih aman dari pandangan laki-laki.”

Jadi muslimah yang benar itu susah. “Perintah ALLAH tu jelas koq, masih yakin kan kalau aturan ALLAH itu justru memudahkan?”

“Aku khawatir mereka menjauh. Sahabat-sahabat terdekat… Akankah mereka tetap sedekat ini jika aku berubah? Akankah tetap semudah ini mereka berkeluh tentang masalah2nya? Akankan senyaman ini mereka bercerita kesehariannya denganku? Akankah tetap se”biasa” ini untuk berbagi? Atau nanti…mereka akan menjauh? Atau menganggapku jauh?”

“Takut gak ‘asyik’ lagi. Atau setidaknya dianggap gak ‘asyik’ lagi.”

“Lebih khawatir sama penilaian makhluk yaa, daripada penilaian ALLAH?”

“Bukankah kalau melakukan yang ALLAH suka, ALLAH yang akan memudahkan.. ALLAH yang akan menguatkan?”

 

*renungan diri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s