sister’s note

Semalam saya menonton film lokal garapan Lola Amaria. Judulnya Minggu Pagi di Victoria Park.
Bagus. Setidaknya ini satu dari sekian banyak film Indonesia yang dapat dimaknai oleh yang nonton. Bukan sekedar artis-artis pamer lekuk tubuh berkedok mistik khas film-film Indonesia yang menjamur sekarang ini.

Minggu Pagi di Victoria Park

Minggu Pagi di Victoria Park

 

Secara umum, film ini menggambarkan kehidupan para TKW (yang kerap disebut pahlawan devisa) di Hongkong. Victoria Park digambarkan sebagai tempat nongkrong TKW di Minggu pagi. Di film ini, Mayang (Lola Amaria) pergi ke Hongkong sebagai TKW untuk mencari adiknya, Sekar (Titi Sjuman) yang telah lama hilang tanpa kabar setelah mengadu nasib sebagai TKW di sana.
*melihat mimik Titi Sjuman di film ini, entah kenapa saya jadi teringat Acha Septriasa di film LOVE. Hehe..😀 Mirip gak sih?? :p

Tapi.. Lebih dari itu. Saya memaknai film ini sebagai gambaran kasih-sayang kakak-adik yang terus terang cukup menohok (tak sekedar menyindir) bagi saya. Sama halnya seperti saat saya menonton film-film seperti My Sister’s Keepers (bener gak sih nulisnyaa??), atau bahkan Mendadak Dangdut yang ada adegan kakak-adiknya.
Kalau mau bilang saya cengeng.. yaa.. mungkin memang demikian adanya. Saya mudah sekali tersentuh tiap kali melihat adegan-adegan semacam itu.

Postingan ini sebenarnya bukan fokus pada resensi film-film yang saya sebutkan tadi sih, tapi setiap kali saya selesai menonton film semacam ini, hati kecil saya ingin sekali berteriak: “Aku sayang kamu, Kakakku..!!”
Haha.. Tentu saja berakhir di hati kecil belaka, pada kenyataannya ucapan itu tak pernah keluar dari mulut saya.😦

Saya hanya ingin bilang bahwa saya sangat menyayanginya, dan saya sangat yakin dia pun begitu.🙂 Mungkin kami hanya terlalu sulit mengutarakannya dalam kata. Tapi saya harap, seperti halnya saya yang semakin meyakini rasa sayang yang (pasti) ada di antara kami, dia pun meyakini itu.🙂

Nggak akan pernah lenyap dari ingatan saya saat saya wisuda S1 beberapa waktu lalu. Saat dia meluangkan waktunya untuk membantu saya memakai jilbab kreasi, merapikan make-up saya.. Bahkan sempat ber”eksperimen” terlebih dulu malam sebelumnya. Kesemuanya itu dia lakukan untuk saya di pagi buta…saat orang tua saya dan seisi rumah masih tidur. Padahal saya tahu betul kondisinya saat itu sedang flu berat. Pasti kepalanya masih sangat pusing nggak karuan saat saya berulang kali mengetuk pintu kamarnya: “Mbak, bisa bantuin aku…bla…bla…bla…”

Dan hari itu, dia juga menyempatkan diri untuk hadir di acara wisuda fakultas saya.. di tengah kesibukannya menjelang serangkaian ujian tesisnya…

 

ALLAH, izinkan aku untuk terus dan tetap menyayanginya… 🙂

Moga kita bisa terus kayak gini yaa?? :)

Moga kita bisa terus kayak gini yaa?? 🙂

Uhibbuki fillaah, Sist!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s