Stop Ghibah Yuuuk..!! ^_^

Jaman sekarang menghindari ghibah sama sekali jauh dari kata mudah, ya?
Ada yang setuju sama saya? Hehe.. :D

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengikuti kajian di FKUGM, yang ngisi Ummu Qonita. Meskipun ghibah hanyalah bagian (sangat) kecil dari materi yang beliau sampaikan, tapi point ini tu nyangkut banget di otak saya. Mungkin karena saya masih sering banget ngomongin orang kali yaa? Astaghfirullaaah.. :(

Dalam salah satu hadits riwayat Muslim, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwa ghibah adalah “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan apa yang ia tidak menyukainya.”

Kalau didengerin sekilas sih simpel. Dari dulu juga semua orang tau kalau ghibah tu ngomongin kejelekan orang lain. Ngomongin aib orang lain. Tapi pas kajian kemaren itu, Ummu Qonita ngasih contohnya (sesederhana) ini:
“Kayak misalnya kita cerita tentang si A ke si B. Nggak nyebutin langsung namanya sih, nggak nyebutin langsung (bentuk) aibnya sih, tapi kita bilang: Iya, dia kan emang gitu. Dan si B yang kita ajak ngomong sama-sama tahu bahwa maksud omongan kita adalah bilang kalau si A itu punya sifat/sikap yang buruk atau nggak menyenangkan di mata kita. Itu udah termasuk ghibah.”

WHAT?? Jujur aja, saya langsung introspeksi diri dan mikir. Rasanya jleb banget aja. Kalau ucapan sesimpel itu aja udah tergolong ghibah, berapa banyak ghibah yang udah pernah saya lakukan selama ini? Berapa kali saya udah “makan bangkai saudara saya yang udah mati”?? Astaghfirullaaah. Na’udzubillaahi min dzaalik. :(

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Adakah di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik padanya. Bertaqwalah kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujuraat: 12)

Saya wanita, dan saya tau banget kebiasaan yang susah banget hilang dari wanita itu hobi ngerumpi yang pasti muncul kalau ketemu temen. Mulut tu rasanya gatel buat ngobrolin apaaaaa aja yang terlintas di otak (atau malah dipaksa2 lewat di otak??) Dan bukan satu dua kali, kebiasaan ngerumpi ini selalu dibumbui dengan ngomongin orang. Mending amat kalau yang diomongin yang baik-baik. Kalau yang jelek-jelek??
Entah pas ngobrol-ngobrol singkat a.k.a basa-basi pas ketemu di toilet, pas sama-sama lagi ngelab,, sampai pas acara reunian sama temen lama. Duh, celah buat ghibah itu ada di mana-mana!!

Belum lagi, dosa ghibah itu nggak cuma buat yang ngomong, tapi juga buat yang ikut dengerin. Bahkan ketika mulut kita udah dijaga sedemikian rupa buat nggak ngomongin aib orang, adaaaa aja orang yang ngegosip di sekitar kita, atau TV nyala yang kebetulan lagi nyiarin channel infotainment.. Acara berita di TV jaman sekarang aja banyak yang dibumbui dengan nada khas infotainment dan sarat ghibah. Duh! :(

Dan seperti yang saya sebutkan di awal tadi, jaman sekarang tu (makin) susah buat menghindari ghibah. Lisan kita berbicara dan berkomentar tak hanya lewat mulut (baca post sebelumnya). Tanpa sadar, sekedar me-like status FB atau me-RT tweet teman yang “berbau” ghibah (sekalipun nomention), termasuk dosa ghibah juga nggak tuuu?? :)

“Tapi kan susah buat (sama sekali) nggak ngomongin orang…”
Memang, saya juga akui itu. Saya juga belum bisa melakukannya. Tapi susah dan belum bisa bukan berarti nggak bisa, kan? :)
ALLAH jelas-jelas melarang ghibah. Berarti selain dosa, hal itu juga nggak baik buat kita. Berarti kita pun pasti mampu menghindarinya. Selama kita melakukannya dengan niat karena ALLAH, ALLAH-lah yang akan memudahkan. Yakin, deh. ^_^

Lagi-lagi, tujuan utama saya menulis hal semacam ini adalah untuk mengingatkan diri sendiri. Juga untuk mengingatkan orang-orang yang tidak keberatan diajak merenung. :) Yuuuk, sama-sama berupaya membersihkan lisan kita dari bentuk ghibah sekecil apapun..!!
Kalau suatu saat saya yang ngomongin orang, atau saya ikut mendengarkan (dan menikmati) orang lain yang sedang ghibah, tolong diingatkan yaa.. ^_^

Biar makin takut berbuat ghibah, niih saya sampaikan salah satu hadits shahih tentang hukuman bagi orang yang berghibah di neraka nanti. Hiiiiyyy..!! T__T
“Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Ketika aku dimi’rajkan, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, yang mereka mencakar wajah-wajah mereka dengannya. Maka aku berkata: Siapakah mereka ini, wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka ini adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia…’ ” (HR Abu Dawud)
Kalau diartikan langsung sih, mungkin ini ditujukan untuk orang-orang yang kanibal kali yaa.. Tapi sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang berghibah yang diibaratkan memakan daging saudaranya yang sudah mati juga termasuk dalam golongan pada hadits tersebut.

Wallaahu a’lam bishawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s