Pake Polisi Biar (Nggak) Macet??

Sebagai orang (yang tinggal di) Indonesia, kayaknya udah nggak aneh kalau tiba-tiba banyak ditemukan polisi yang sibuk ngatur jalan. Lalu tak lama setelahnya, lewatlah iring-iringan orang-orang berduit yang menggunakan jasa polisi untuk memperlancar aktivitasnya di jalan. Entah itu petinggi pemerintahan macem presiden, menteri, dsb., artis, partai tertentu yang lagi kampanye, orang-orang penting yang entah apa sebutannya, sampai klub mobil mewah yang lagi konvoi keliling. Seperti yang saya temui siang tadi.

konvoi polisi

Bisa bayangin dong, gimana rasanya pas panas terik hujan badai di siang bolong trus kena macet konyol cuma demi nungguin pawai macem gitu lewat? Lengkap dengan iring-iringan polisi dan sirinenya yang tambah bikin dongkol orang yang jadi berasa “ngantri” di jalan umum??

Syukur alhamdulillaah-nya, saya tadi sih cukup berhasil mengatasi rasa sebel itu. Banyak Beberapa pengendara lain terlihat pada pasang tampang emosi sambil ngomel-ngomel, mencet klakson super ribut, bahkan ada yang sampai mengacungkan jari tengahnya ke arah para pengemudi Lamborghini dari ibukota negara yang ikut pawai. Sebenernya saya juga sebel sih.. Baru pulang, perut keroncongan, terik matahari bikin makin pusing… Rasanya tu ingin segera sampai rumah menyantap baso yang baru dibeli. (Hehe.. :D ) Eh, terpaksa harus nunggu lama demi iring-iringan orang-orang berduit yang bahkan bukan dari kota sendiri. Udah menuh-menuhin jalanan Jogja, bikin macet pula!!

Syukurlah ALLAH mengingatkan saya untuk beristighfar. Dan kemudian justru bikin saya mikir. Oke lah sekarang saya marah, saya kesel. Rasanya nggak banget deh merugikan orang lain cuma demi kenikmatan pribadi kayak orang-orang berduit dan punya kedudukan macam itu. Tapi nanti, ketika suatu saat saya menjadi orang yang “berduit”, orang yang punya kedudukan, masihkah saya punya pemikiran yang sama? Idealisme yang sama? Kepekaan yang sama terhadap hak orang lain? Atau kelak saya justru bersikap seperti “mereka” yang tadi saya kecam?

Nggak usah jauh-jauh lah.. Kalau suatu saat saya punya acara besar, resepsi pernikahan misalnya. Lalu saya menyewa mobil pengantin. Apakah saya akan tergoda untuk “menyewa” polisi untuk mengiringi rombongan mobil pengantin saya demi lancarnya perjalanan menuju tempat resepsi? Atau jangan-jangan.. tanpa sadar dulu-dulu saya udah pernah melakukannya? Saat resepsi saudara, tante, om, kerabat saya yang lain? Bukankah saya juga sudah “merampas” hak orang lain?

Jadi, kalau suatu waktu kita merasa dirugikan dengan iring-iringan konvoi semacam itu, mungkin lebih baik kita berdoa saja. “Yaa ALLAH, jika kelak saya punya harta/kedudukan yang lebih di atas orang lain, jangan biarkan saya mengabaikan hak-hak orang lain.”
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, kelak, nanti.
Lagipula, kalau kita sekedar marah, ngomel, dan emosi, bukankah kita malah nambah dosa juga? Justru dirugikan dua kali, kan? :)

 

Buat bapak-bapak polisi yang terhormat: Moga rajin ngatur jalannya nggak cuma kalau lagi ada iring-iringan orang penting & berduit lewat aja yaa Pak.. :D

One thought on “Pake Polisi Biar (Nggak) Macet??

  1. kemarin siang di jln godean jg macet.. angkot penuh sesak sampe balita pd nangis krn kepanasan, cm ga tau macet krn konfoi atau antri solar :p

    semoga kita selalu diingatkat dlm kondisi apapun ya mbak senior…aamiin :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s