Jerat-Jerat Fitnah Dunia Maya

nzulfah:

#selfreminder

Originally posted on So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?:

love on the internet

Kemarin siang ketika membuka beranda Facebook, saya menemukan sebuah nasehat yang sangat bagus dari seorang kawan. Bunyinya kurang lebih seperti ini..

“Sudah berulang kali dibahas, dumay itu bagai pisau bermata dua. memisahkan yang bersisian, atau menyatukan jarak antara seberang lautan. bisa juga mencerai beraikan cinta kasih, atau menyatukan yang telah lama tidak berjumpa.

Akhwat fillah, mudah2an antunna bisa menjaga diri dari itu semua. menjaga muru’ah antunna, tidak bermudah mudah saling menyapa lawan jenis antunna, atau komen genit antunna. Karena bahkan hanya dengan tulisan antunna, para ikhwan itu bisa membayangkan bagaimana antunna.

Jaga hati antunna, jaga cadar antunna, jangan ketika di jalan tertunduk malu, memilih jalan terpisah jauh memutar daripada harus bersisian jalan dengan para ikhwan itu, atau memilih berdiri di bis daripada antunna harus duduk bersebelahan dengan para ikhwan itu.

Tapi di dumay, antunna umbar kata2 manis, foto2 bercadar antunna, menerima setiap pertemanan ikhwan atau bergaul dengan leluasanya.

Akhwat itu fitnah…

View original 1,258 more words

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 5/5: Tactics and Technical Stuffs

nzulfah:

Great post nih!
Tips oke buat yang akan memulai, sedang, dan akan terus menghafal Qur’an.. :-)

Originally posted on ollooo..:

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Jreng!!!!!!!! (seriously, I have to find another sound effects for the opening of my article. X_x) Jumpa lagi sama saya di bagian yang ke-5: Tactics and Technical Stuffs. Di bagian ini saya akan berbagi tips tentang cara menghafalkan Al Qur’an yang saya lakukan. Mungkin (sejujurnya kemungkinan besar) ini bukan cara terbaik untuk menghafalkan Al Qur’an di luar sana, akan tetapi saya memilih untuk menjalankan metoda ini karena metoda ini relatif nyaman untuk saya yang punya keterbatasan di bahasa Arab dan (mirisnya) waktu. Dan alhamdulillah dengan menjalankan metoda ini, saya juga bisa menyerap seoptimal mungkin (dengan segala keterbatasan saya tentunya) kandungan dari Al Qur’an.

I – PREREQUISITE / PRASYARAT

Menurut saya pribadi, ada 2 buah persyaratan yang wajib untuk kita penuhi pada saat kita ingin menghafalkan Al Qur’an:

  1. Pastikan kita sudah bisa mengenali dan membaca huruf dan rangkaian kata Al Qur’an dengan baik.
  2. Pastikan kita sudah…

View original 4,419 more words

Because You Deserve Someone Better

Originally posted on So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?:

image

Setiap manusia di dunia pasti pernah mengalami apa yang namanya kegagalan. Gagal ujian, gagal masuk sekolah atau kampus favorit, gagal menjalankan suatu usaha, gagal naik jabatan, gagal membina rumah tangga sampai gagal move on. Eaaaa.

Begitu juga soal pernikahan. Ada yang gagal mempertahankan keutuhan rumah tangga setelah sekian tahun menikah. Ada juga yang gagal di tahap awal sebelum pernikahan itu terjadi. Gagal ketika proses ta’aruf itu berlangsung.

View original 954 more words

karena saya (mungkin) tak akan pernah siap

Baru saja saya mendapat kabar wafatnya ibu dari salah seorang kakak kelas saya.
Lalu Tes! Refleks saya meneteskan air mata.
Ini bukan pertama kalinya. Beberapa waktu lalu, ketika mendengar kabar duka wafatnya ayah dari seorang kakak kelas saya, saya pun refleks menangis. Pun ketika beberapa hari lalu seorang teman yang ayahnya telah beberapa hari koma mengirimkan pesan singkat ke HP saya, “Teh, Papah udah nggak ada.” Bahkan ketika berita wafatnya seorang legenda srimulat kemarin pertama kali terbaca, air mata saya refleks jatuh.

Sungguh, tak satupun dari mereka yang benar-benar saya kenal dekat. Beberapa di antaranya malah tak pernah saya kenal. Cengengkah saya? Menangisi kematian orang-orang yang tak benar-benar saya kenal?

Ya, mungkin saya memang cengeng.
Tapi saya menangis bukan karena itu.
Saya menangis karena usia-usia mereka yang dipanggil ALLAH tak jauh dari usia Mamah-Bapak. Jika mereka sudah dipanggil ALLAH saat ini, mungkinkah ALLAH pun sudah bersiap memanggil Mamah dan Bapak? :'(
Dan mengingat kedekatan emosional dengan mereka yang baru saja akhir-akhir ini saya maknai sepenuhnya, saya sama sekali jauh dari siap jika itu terjadi.
Saya (mungkin) tak akan pernah siap.

Tau nggak, tiap kali ada kabar duka tentang ayah atau ibu seseorang, yang terbayang adalah kematian Mamah dan Bapak yang mungkin saja sewaktu-waktu datang.
Sungguh, saya nggak akan pernah siap kehilangan mereka.. :-(

Terlintas di benak saya betapa banyak waktu terbuang selama ini, tersia-sia tanpa sempat memaksimalkan bakti pada mereka..
Betapa banyak kecewa mereka atas saya, yang belum sempat saya tutupi dengan rasa bangga atas prestasi yang saya persembahkan untuk mereka..
Betapa banyak umpatan, kemarahan, kedengkian saya pada mereka yang belum sempat saya istighfari dan mohonkan maaf pada mereka..
Betapa banyak luka yang saya torehkan di hati-hati mereka, yang belum sempat saya obati dengan pengabdian sepenuh hati..

Saya masih banyak hutang.
Hutang ketidakhadiran hati untuk mereka selama ini..
Ketidakpedulian saya atas berjuta kasih sayang yang mereka tawarkan selama ini..
Penolakan demi penolakan yang saya lakukan atas peluk dan dekap mereka..
Ucapan cinta dan sayang yang masih sering terasa berat terucap dengan nyata..
Tangis sedih mereka karena saya yang terlampau sering terabaikan begitu saja..
Lantunan doa tak henti dari mulut-mulut mereka yang tak saya sambut dengan doa untuk mereka..

Saya tak mampu membayangkan, jika mereka meninggalkan saya sebelum saya purna menjadi seorang shalihat, lalu doa-doa saya tak mampu mengalirkan pahala amal bagi mereka hingga surga..
Saya tak mampu membayangkan, jika saya menikah dan bukan Bapak yang menikahkan saya, mengucapkan ijab dan berjabat tangan dengan imam baru yang akan menjadi suami saya..
Saya tak mampu membayangkan, jika saya menikah dan bukan Mamah yang duduk di samping saya, menemani saya mendengarkan ijab qabul dengan khidmat..

ALLAH..
Aku tahu tak baik memohon atas perpanjangan usia..
Harusnya aku meminta keberkahan atas berapapun usia yang Kau beri kan, Ya ALLAH?
Tapi untuk kali ini, izinkan aku memohon panjangkan usia Mamah-Bapak..
Izinkan aku memohon panjangkan usiaku..
Izinkan aku lebih sempurna dalam memaknai kehadiran mereka..
Izinkan aku untuk seutuhnya menghadirkan hati untuk mereka..

Izinkan aku untuk sepenuhnya siap kehilangan (atau meninggalkan) mereka,
sebelum Kau panggil siapapun kami menghadapMU.